Friday 14 August 2015

Penyebab Berat Beribadah dan Mudah Bermaksiat

Penyebab Berat Beribadah dan Mudah Bermaksiat


stop-maksiat-dpr
Penyebab Berat Beribadah dan Mudah Bermaksiat . Sudahkah anda mengetahui apa-apa saja faktor yang menyebabkan manusia malas atau dan berat beribadah dan mudah bermaksyiat? ini jawabannya.

Salah satu faktor penyebab kita begitu berat untuk melakukan ibadah seperti sholat, dzikir dan lainnya adalah makanan syubhat dan haram yang masuk ke perut kita.

Setiap insan muslim khususnya pribadi saya sendiri, pasti pernah merasakan begitu berat untuk melakukan ibadah, ternyata setelah mengintropeksi diri diketahui bahwa kita telah memakan makanan haram atau dengan harta haram.

Ibrahim bin Adham Rahimahullah berkata, “Aku melihat seorang yang beribadah menjadi berat dalam sholatnya lalu aku merenungkannya maka aku berkesimpulan bahwa itu disebabkan tidak bersihnya makanan yang dimakannya. Seandainya ia makan yang halal maka tidak akan ada beban dalam sholatnya“.

Orang yang makan dari harta haram, niscaya dia akan melakukan ibadah dengan terpaksa, terkadang berani meninggalkan ibadah wajib seperti sholat. Setelah itu berangsur-angsur dia akan melakukan perbuatan maksyiat lainnya, demikian seterusnya.

Oleh sebab itu Sahl at-Tusturi rahimahullah berkata : "Barangsiapa yang makan makanan haram, maka anggota tubuhnya akan bermaksyiat mau tidak mau, diketahui ataupun tidak. Dan baransgiapa yang makan makanan halal, maka anggota tubuhnya akan ta'at mau tidak mau, diketaui ataupun tidak. Dan dia akan diberi taufiq untuk berbuat kebaikan ".

Ulama salaf mengatakan : " Makanlah semaumu, maka kau akan berbuat sesuai apa yang kau makan ".

Thursday 6 August 2015

Pola Hidup Sehat Rasulullah  SAW

Pola Hidup Sehat Rasulullah SAW


  Hidup-Sehat-ala-Rasulullah-SAW 

  Dalam berbagai aktifitas dan pola kehidupannya, Rasulullah SAW memang sudah dirancang oleh Allah SWT sebagai contoh teladan yang baik (al uswah hasanah) bagi semua manusia.
Teladan ini mencakup berbagai aspek kehidupan termasuk pola makan.
Sepintas masalah makan ini tampak sederhana, tapi dengan pola makan yang dicontohkan Rasulullah saw, beliau terbukti memiliki tubuh yang sehat, kuat dan bugar.
Bahkan, berbagai riwayat shahih menjelaskan bahwa Rasulullah saw sanggup membanting Rukanah beberapa kali dalam sebuah pertarungan gulat, padahal Rukanah adalah juara gulat Mekkah yang saat itu tak terkalahkan.
Ketika Kaisar Romawi mengirimkan bantuan dokter ke Medinah ternyata selama setahun dokter tersebut kesulitan menemukan orang yang sakit.
Dokter tersebut bertanya kepada Rasulullah saw tentang rahasia kaum muslimin yang sangat jarang mengalami sakit.
Rasulullah saw bersabda:”Kami adalah kaum yang tidak makan kecuali sudah betul betul lapar dan apabila makan, kami berhenti sebelum kekenyangan”
Aktifitas Rasulullah saw yang padat dengan dakwah dan perjuangan menegakkan agama yang masih muda ini, sehingga tiap menit dalam kehidupan Rasulullah saw selalu diisi dengan kegiatan produktif.
Rasulullah saw hampir tidak pernah bermalas malasan, bebicara tanpa tujuan ataupun tidur yang melebihi batas.
Siang dan malam waktu beliau dipadati oleh urusan dakwah dan perjuangan.
Aktifitas yang sarat beban ini harus didukung oleh kondisi fisik yang prima. Dan Alhamdulillah, Rasulullah saw selalu dalam keadaan sehat dan hanya mengalami dua kali sakit selama hidupnya.
Pertama,
ketika beliau diracun oleh seorang wanita Yahudi yang menghidangkan makanan kepada Rasulullah saw di Madinah.
Kedua,
menjelang wafatnya.
Para ahli kesehatan menilai gaya hidup Rasulullah saw dalam mengkonsumsi makanan, memberikan pengaruh besar terhadap kondisi kesehatan beliau.
Kecerdasan Rasulullah saw dalam memilih menu makanan dan mengatur pola konsumsi telah menentukan tingkat kesehatan beliau.
Akhir akhir ini dunia medis baru menyadari bahwa ternyata pola makan merupakan faktor penentu dari penyakit-penyakit yang diderita manusia.
Kebanyakan penyakit disebabkan oleh kacaunya pola makan, dan begitu pula faktor penyembuhan penyakit seringkali ditentukan dari pola makan seseorang. Itulah sebabnya sekarang pola makan menjadi bagian dari obat dan penyembuhan.
Selama ini dikenal dua bentuk pengobatan, yaitu:
1. Pengobatan sebelum terjangkit penyakit, yang sering disebut sebagai pencegahan.
2. Pengobatan setelah terjangkit penyakit (ath thib al’ilaji)
Dengan mencontoh pola makan Rasulullah saw, kita sebenarnya sedang menjalani terapi pencegahan penyakit dengan makanan (attadawi bil ghidza).
Hal ini jauh lebih baik dan murah daripada kita harus berhubungan dengan obat-obat kimia senyawa sintetik yang hakekatnya adalah racun.
Berbeda dengan pengobatan alamiah Rasulullah saw melalui makanan dengan senyawa kimia organik.
Kita mengenal ungkapan “mencegah lebih baik dari mengobati”.
Mengenal serta meneladani pola makan Rasulullah saw merupakan langkah aplikatif dan tidakan preventif dari penyakit yang bisa menyerang tubuh kita.
Jika kita cermat melihat pola hidup Rasulullah saw, maka akan kita dapati point penting sbb:
Asupan awal ke dalam tubuh Rasulullah saw adalah udara segar dipagi hari.
Beliau bangun sebelum subuh dan melaksanakan (shalat) qiyamullail.
Para pakar kesehatan menyatakan bahwa udara sepertiga malam terakhir sangat kaya dengan oksigen dan belum terkotori oleh zat-zat lain, sehingga sangat bermanfaat untuk optimalisasi metabolisme tubuh.
Hal ini jelas sangat besar pengaruhnya terhadap vitalitas dalam aktifitasnya sehari penuh. Orang yang memulai kehidupan dipagi hari dengan bangun subuh, biasanya menjalani hari dengan penuh semangat dan optimisme. Berbeda dengan orang yang tidak bangun subuh, biasanya lebih mudah terserang rasa malas beraktifitas.
Dipagi hari, Rasulullah saw menggunakan siwak untuk menjaga kesehatan mulut dan giginya. Mulut dan gigi merupakan organ tubuh yang sangat berperan dalam konsumsi makanan.
Apabila mulut dan gigi sakit, maka biasanya proses konsumsi makanan menjadi terganggu. Kita tahu siwak mengandung fluor yang sangat bermanfaat dalam menjaga kesehatan gigi dan gusi.
Fluor yang terkandung dalam siwak merupakan fluor alami yang berguna, berbeda dengan fluor sintetik yang dapat membahayakan kesehatan.
Saat ini, fluor alami yang terdapat dalam siwak sudah mampu di ekstraksi dalam bentuk pasta gigi agar mudah digunakan.
Dipagi hari pula Rasulullah saw membuka menu sarapannya dengan segelas air dingin yang dicampur dengan sesendok madu asli.
Khasitnya luar biasa. Dalam Al-Qur’an, madu merupakan syifaa (obat) yang diungkapkan dengan isim nakiroh, menunjukkan arti umum dan menyeluruh.
Hal ini berarti pada dasarnya madu bisa menjadi obat atas berbagai penyakit. Ditinjau dari ilmu kesehatan, madu berfungsi untuk membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus, dan menyembuhkan sembelit, wasir dan peradangan.
Madu juga mengandung mikronutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Dalam istilah masyarakat Arab, madu dikenal dengan al hafidz al amin karena bisa menyembuhkan luka bakar.
Masuk waktu dhuha (pagi menjelang siang), Rasulullah saw senantiasa mengkonsumsi 7 butir kurma ajwa’ (matang).
Rasulullah saw pernah bersabda, “Barangsiapa yang makan tujuh butir kurma, maka akan terlindungi dari racun”.
Hal ini berbukti ketika seorang wanita Yahudi menaruh racun dalam makanan Rasulullah saw pada sebuah percobaan pembunuhan diperang Khaibar, racun yang tertelah oleh beliau kemudian bisa dinetralisir oleh zat-zat yang terkandung dalam kurma.
Sementara itu Bisyir ibnu al Barra, salah seorang sahabat yang ikut memakan makanan yang beracun tersebut, akhirnya meninggal.
Tetapi Rasulullah saw selamat dari racun tersebut. Rahasianya adalah 7 butir kurma yang biasa dikonsumsi Rasulullah saw.
Menjelang sore hari, menu Rasulullah saw biasanya adalah cuka dan minyak zaitun. Tentu saja tidak hanya cuka dan minyak zaitun, tetapi dikonsumsi dengan makanan pokok seperti roti.
Manfaatnya banyak sekali, diantaranya mencegah lemah tulang, kepikunan dihari tua, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol dan melancarkan pencernaan.
Roti yang dicampur cuka dan minyak zaitun juga berfungsi untuk mencegah kanker dan menjadi suhu tubuh dimusim dingin.
Ada cerita menarik terkait dengan buah Tin dan minyak Zaitun. Allah swt bersumpah dalam surat At Tin.
Dalam Al-Qur’an surat At Tin kata at tin hanya disebutkan sekali saja, sedangkan az zaytun diulang sampai 7 kali.
Seorang ahli melakukan penelitian terkait hal itu.
Kesimpulannya luar biasa:
jika zat-zat yang terkandung dalam at tin dan az zaytun berkumpul dalam tubuh manusia dengan perbandingan 1:7, maka akan menghasilkan ahsani taqwin (tubuh terbaik dan optimum kekuatannya) sebagaimana tercantum dalam surat At Tin.
Dimalam hari, menu makan malam Rasulullah saw adalah sayur mayur. Beberapa riwayat mengatakan, Rasululah saw selalu mengkonsumi sana al makki dan sanut. (Dalam kamus Al Munjid sana dan sanut berarti jenis tumbuh-tumbuhan, bisa bermakna sayuran atau lalapan. Tetapi sanut bisa berarti pula madu dan keju).
Menurut Prof Dr Musthofa, di Mesir keduanya mirip dengan sabbtah dan ba’dunis.
Mungkin istilahnya cukup asing bagi orang luar Arab, tapi Prof Musthofa menjelaskan, intinya adalah sayur-sayuran. Secara umum, sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama, yaitu menguatkan daya tahan tubuh dan melindunginya dari serangan penyakit.
Semoga bermanfaat.
(dr Gia PMA).
Dari WA grup Islamadina "Kesehatan Islam"
Pentingnya berbuat baik

Pentingnya berbuat baik

Slamat Pagi. Kembali lagi di Blogger Indenesia blogger terbaik sepanjang sejarah yaitu di Rival's Blogger. ucapan terima kasih pada Blogger yang telah menyediakan fitur - fitur editor yang sangat berguna bagi saya. oke hari ini saya akan posting tentang Beramal Baik Dimana akan di jelaskan Rahmad dan hidayah berhaji. Saya di sini hanya sekedar mengingatkan bukan sok - sok'an yang akhirnya menggegerkan banyak pihak.





Do'a
     Tidak Heran Bisa Berubah Dulunya suka buka aurat, setelah berumrah jadi tertutup rapat dengan jilbab simbol kemuliaannya. Dulunya jarang ke masjid bahkan tidak pernah, setelah berumrah sangat ahli masjid.
      Dulunya tidak punya visi hidup akhirat, setelah berumrah, cita-citanya adalah hanya bagaimana masuk surga jauh dari api neraka. sedangkan Dunia cuma sementara. Kiranya, apakah gerangan.. 

Penyebab
itu semua?!?




Saudaraku seiman mari perhatikan hadits
berikut:
ﺃﻥ ﺍﻟْﺤَﺠَﺮُ ﺍﻟْﺄَﺳْﻮَﺩُ ﻧَﺰَﻝَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻭَﻫُﻮَ ﺃَﺷَﺪُّ ﺑَﻴَﺎﺿًﺎ ﻣِﻦَ
ﺍﻟﻠَّﺒَﻦِ، ﻓَﺴَﻮَّﺩَﺗْﻪُ ﺧَﻄَﺎﻳَﺎ ﺑَﻨِﻲ ﺁﺩَﻡَ

Artinya: "Sesungguhnya hajar aswad turun dari Surga dalam keadaan lebih putih dari susu, maka dosa-dosa manusia menghitamkannya." [Hadits Riwayat At- Tirmidzi]

Saudaraku seiman...
Lihat dosa bisa merubah batu! Dan ini adalah manthuq (yang terucapkan) dari hadits tersebut sedangkan mafhumnya (yang dipahami dari hadits ini) yaitu:

JIKA SESEORANG TERUS MENERUS DITEMPA DENGAN LINGKUNGAN YANG BAIK, TEMAN YANG BAIK NISCAYA AKAN BERUBAH MENJADI BAIK PULA.

Ini rupanya penyebabnya, lingkungan, keadaan, teman yang baik yang ia lihat setiap waktu selama berada di tanah
suci!

Pesan dari tulisan ini adalah:
- Niatkanlah berubah menjadi Hamba
yang lebih baik
- Jangan putus asa menjadi hamba Allah
yang lebih baik, terus berusaha meskipun
kadang bahkan sering terjatuh.
- Carilah kawan yang mengajak kepada
kebaikan
- Berdoalah kepada Allah agar diberi
petunjuk menuju kebaikan dan
ditetapkan hati.


Oleh: Al-Ustâdz Ahmad Zainuddin Abu
Abdillah, Lc Hafizhahullâh Ta’âlâ